Friday, September 5, 2008

SANG WAKTU

Sebagai manusia biasa kita tidak pernah dapat menentang perubahan. Sedemikian cepat dan terkadang membuat kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Satu yang kita bisa lakukan adalah menjalani kodrat iradat-Nya, tentunya dengan usaha yang luar biasa sehingga Allah Sang Maha Besar berkenan merubah jalan hidup kita; menjadi lebih mulia dan berharga. Tanpa itu semua, manusia tak ada bedanya dengan makhluk lain di bumi ini. Walaupun semuanya sudah Dia tentukan.

Sang waktu – sang waktu, kian hari semakin cepat berlalu dari hadapan. Wahai, apa yang sudah kita kerjakan dari hari ke hari? Apa yang sedang kita kejar? Pernahkah kita berpikir tentang apa dan siapa kita? Tentang apa yang sudah kita kerjakan selama ini? Sudah on track kah kita dalam live plan kita?

Sang waktu – sang waktu – ajari aku sesuatu tentang hidup. Bukan mencintainya. Tapi berusaha mengisinya dengan tanaman-tanaman kebaikan. Suatu saat aku akan mengambilnya kembali, buah dari tanaman kebaikan itu.

Gusti Allah mboten sare..! Allah tidak pernah tidur..! Aku masih ingat selalu kata-kata itu, teman. Kadang jadi pelita di saat gulita. Menjadi embun dingin di saat susah. Menjalani hidup menjadi manusia pejalan. Menjejakkan kaki dan ingin anganku di penjuru pertiwi. Merasakan darah tulangku di pelosok negri. Nun di sana, aku harus sadari kenyataan bahwa dalam kondisi apapun, Gusti Allah mboten sare..

Menjadi manusia pejalan mungkin bukan inginku. Tapi kurasa aku mulai menyukainya. Merasainya dalam perjalanan hidup. Memang tak mudah. Dan itu sebuah tantangan bagi diri. Bahwa selama jantung seorang manusia masih berdetak jangan pernah berharap bahwa semuanya akan menjadi mudah. Bahwa hidup adalah terus berjuang. Pada apa yang diyakininya. Pada siapa yang dikasihinya.

Sang waktu akan selalu begitu. Tak akan pernah bisa kita mengejarnya. Jangan terlena karena kita hanya bisa menangkap apa yang dapat diraih di saat ini. Dan menjadikannya sebagai bekal perjalanan. Yang akan membawamu dalam sujud terdalam. Kepada Sang Khalik. Tempat mengadu yang tanpa pamrih. Dzat yang bakal membawamu kelak ke suatu tempat terindah bernama surga.

Insya Allah, akhir dari semua penantian dan perjalanan panjang kita adalah surga…Tempat di mana segala kesusahan bertemu dengan kebaikan. Tempat segala peluh bertemu dengan bahagia. Semoga kita semua sedang menuju kesana.. Semoga teman..

No comments:

Post a Comment